Xie Lian menggertakkan giginya, merasakan tekanan besar yang membelenggu tubuhnya. Dia berusaha melepaskan diri dari kekuatan yang mengekang tubuhnya. Karena ranah mereka sama-sama berada di tingkat grandmaster langit, ditambah Huang Jian yang ragu untuk melukai Xie Lian, daya ikatannya tidak maksimal. Tak butuh waktu lama bagi Xie Lian untuk melepaskan diri dari belenggu energi itu.

"Kau harus menerima hukuman untuk pengkhianatanmu, Huang Jian!" teriak Xie Lian, suaranya menggema penuh amarah. Tubuhnya melesat ke depan, pedang di tangannya bersinar terang dengan energi spiritual yang memancar. "Azure Dragon Sky!" serunya, mengeluarkan jurus yang menghujam ke arah Huang Jian dengan kecepatan luar biasa. Cahaya biru kehijauan meledak dari bilah pedang, membentuk bayangan naga yang menerjang dengan kekuatan dahsyat.

Huang Jian mengangkat tangannya, mengeluarkan lapisan pelindung energi spiritual. Ledakan dahsyat terjadi saat dua kekuatan grandmaster langit bertabrakan, mengguncang seluruh aula hingga batu-batu di pilar berderak. Para tetua dan guru segera melindungi murid-murid dari tekanan energi qi yang menggila.

Huang Jian yang berhasil menangkis serangan itu, matanya terlihat penuh konflik. "Xie Lian, aku... aku tidak bisa melawanmu sepenuhnya," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar ditengah riuhnya benturan energi.

Xie Lian berhenti sejenak, matanya menyipit penuh kecurigaan. "Kau bilang tidak bisa melawanku? Baguslah, pengkhianat sepertimu memang pantas mati tanpa perlawanan setelah semua yang kau lakukan!"

Huang Jian tidak menjawab, wajahnya dipenuhi kesedihan. Namun, sebelum Xie Lian bisa melanjutkan, pria tua yang berdiri menonton pertarungan mereka tiba-tiba mengeluarkan pukulan jarak jauh. Energi gelap melesat dari tangannya, menghantam Xie Lian dengan kekuatan yang luar biasa.

Braak!

Tubuh Xie Lian terlempar ke belakang, tubuhnya jatuh menghantam lantai dengan keras. Rasa sakit menyengat tulangnya. Darah segar mengalir dari mulutnya. Dia mencoba bergerak, tetapi tubuhnya tidak bisa merespon.

Huang Jian terkejut, matanya melotot penuh keterkejutan. "Tunggu! Jangan sakiti dia!" teriaknya, berlari ke arah Xie Lian yang terluka parah dengan wajah panik.

Pria tua itu mengangkat alis, wajahnya dingin dan tak beremosi. "Kau masih memiliki kelemahan hati, Huang Jian. Ini tidak bisa dibiarkan." Dia mengangkat tangannya, siap memberikan pukulan terakhir kepada Xie Lian.

Huang Jian segera berlutut, memohon. "Tolong, ampuni dia! Aku... aku akan melakukan apa pun yang kau minta!"

Pria tua itu menghela napas, matanya menyipit. "Kau punya dua pilihan, Huang Jian. Bunuh dia sendiri, atau aku akan membunuhmu bersamanya."

Huang Jian gemetar, tangannya mengepal erat. Dia menatap Xie Lian yang terbaring lemah, matanya penuh konflik. Pikirannya melayang ke masa lalu, ketika dia pertama kali bertemu pria tua itu. Dua tahun yang lalu, saat dia sedang menghancurkan para penjahat yang menyerang sebuah desa, tiba-tiba beberapa orang di ranah grandmaster mengepungnya. Salah satunya adalah pria tua ini, yang dengan mudah mengalahkannya dalam satu serangan. Namun, alih-alih membunuhnya, pria tua itu menawarkan kekuasaan sebagai ketua Sekte Api Langit jika Huang Jian bersedia membantunya mendapatkan kunci dimensi untuk membuka dunia kecil tempat fragmen senjata iblis berada. Selain itu, pria tua tersebut berjanji akan membantunya meningkatkan ranahnya dan  membantu membawa sektenya menjadi yang terkuat di benua Tianzhou. Namun, jika menolak, Huang Jian akan dibunuh.

Huang Jian, yang sudah lama merasa tidak puas dengan kepemimpinan ketua sekte yang memiliki ranah yang sama dengannya, tergoda oleh tawaran itu. Dia berpikir dengan bantuan pria tua tersebut, dia bisa membawa Sekte Api Langit menjadi yang terkuat di Benua Tianzhou. Setelah mempertimbangkannya, dia menyetujui ikatan jiwa yang dibuat pria tua itu, yang membuatnya tidak bisa berkhianat atau nyawanya akan melayang seketika.

Seminggu yang lalu, sekte kegelapan bergerak untuk mendapatkan fragmen senjata iblis di tempat lain, membuat pria tua itu tidak sabar. Dia memutuskan menyerang langsung ke Sekte Api Langit. Dengan bantuan Huang Jian, pria tua itu dan anak buahnya menyusup dan meracuni para guru serta tetua, termasuk ketua sekte. Meski ketua sekte berusaha melawan, pria tua itu dengan mudah mengalahkannya dan menahannya.

Para guru dan tetua diberikan penawar sementara dan diperintahkan menjaga para murid agar tidak ada yang mencurigai perubahan situasi. Jika mereka menolak, selain racun di tubuh mereka akan bereaksi, pria tua itu juga akan membunuh ketua sekte dan para murid. Dengan perasaan tertekan, para guru dan tetua berusaha menjalankan sekte seperti biasa sambil mencari cara menyelamatkan ketua sekte mereka.

Pria tua tersebut meski sangat kuat, dia tetap berhati-hati karena pihak-pihak yang mengincar atau melindungi kunci tidak bisa dianggap remeh. Namun, setelah mengetahui fragmen di Kota Huoling didapatkan pihak lain, pria tua itu marah besar karena informasi yang diterimanya terlambat. Dia memutuskan harus segera mendapatkan kunci dimensi sebelum pihak lain mengetahui keberadaannya. Untuk memastikan tidak ada yang mencurigai, dia membuat berita palsu selama dua minggu terakhir.

"Maafkan aku, Xie Lian. Aku mencintaimu, tapi aku tidak punya pilihan lain," bisik Huang Jian, suaranya hampir tak terdengar.

"Huang Jian bajingan, apakah ini yang kamu inginkan? Lihat sekitarmu! Semua murid, guru dan tetua terluka. Apa gunanya ambisimu tanpa mereka?" kata Xie Lian dengan emosi.

Huang Jian memandangi sekitarnya dan menghela napas. Dia menyadari kebenaran kata-kata Xie Lian namun dia tidak punya pilihan lain. Dia mengeluarkan energi spiritual, bersiap menghantam jantung Xie Lian dengan pukulan yang mematikan. Xie Lian, yang terluka parah, hanya bisa pasrah. Tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi.

Ketua sekte, yang menyaksikan semua ini, berteriak dengan suara serak. "Cukup! Jangan ada lagi pembunuhan! Aku... aku akan memberi tahumu dimana letak kunci dimensi yang kau inginkan! Tapi kamu harus berjanji melepaskan mereka semua."

Pria tua itu tersenyum dingin. "Akhirnya, kau mengerti." Dia memberi tanda pada Huang Jian untuk mundur dan menunggu perintah.

Ketua sekte berjalan ke arah pria tua itu dengan langkah berat, bersikap tunduk. Saat sudah cukup dekat, tiba-tiba dia mengeluarkan energi spiritualnya sepenuhnya yang dia persiapkan sebelumnya. DIa memukul ke arah pria tua itu dengan sisa kekuatan terakhirnya sebagai grandmaster tingkat langit.

Boom!

Namun, pria tua itu hanya tersenyum kecil dan mengangkat tangannya dengan santai, menangkis serangan itu dengan mudah. Dia kemudian membalas dengan pukulan yang menghantam ketua sekte, membuatnya terlempar dan jatuh ke tanah, terluka parah.

"Apakah kamu pikir aku akan terkecoh dengan tipuan seperti itu?" kata pria tua tersebut.

Pria tua itu lalu menegakkan tubuhnya, wajahnya dingin dan senyum mengejek. Tiba-tiba, aura yang dia keluarkan berubah. Energi spiritualnya melonjak ke tingkat yang mengerikan, jauh melampaui grandmaster tingkat langit. Para tetua dan murid yang hadir merasakan tekanan yang luar biasa, membuat mereka gemetar ketakutan.

"Immortal? Dia ternyata berada di tingkat immortal," gumam salah satu tetua, tangannya bergetar.

"Agar kalian tidak mati dengan penasaran, ketahuilah, aku adalah Shen Mo, salah satu tetua dari salah satu klan kuno," ucapnya, suaranya menggema seperti guntur. "Tujuanku sederhana, hanya ingin meminta kunci dimensi untuk mengambil fragmen senjata iblis. Karena kebodohan ketua sekte kalian, maka sudah sepantasnya kalian semua mati. Kalian tidak akan mampu melawanku, immortal tahap pertengahan."

Para tetua sekte Api Langit termasuk tetua Huang yang sebelumnya sudah curiga dengan kekuatan pria tua itu kini benar-benar ketakutan. Mereka menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan seorang immortal, kekuatan yang jauh melampaui apa pun yang pernah mereka lihat.

"Sekarang, dengan keberadaan kalian semua di tempat ini, sungguh disayangkan jika kalian dibunuh begitu saja. Kekuatan kalian, cukup berguna untukku." Shen Mo mengangkat tangannya, matanya menyala dengan energi gelap yang mengerikan. Tangannya bergerak membentuk gambar formasi "Formasi Sangkar Naga Kegelapan, aktif!" serunya, suaranya menggema seperti guntur. Formasi yang sebelumnya hanya mengurung area sekte agar tidak ada yang bisa masuk atau keluar, kini berubah. Energi spiritual di dalam formasi mulai tersedot, mengalir seperti sungai yang deras menuju tubuh Shen Mo.

